Ngikutin Bos Besar Muter2 Pas Lebaran

Tentu sangat bersyukur kami masih diberikan nikmat untuk bisa merasakan lebaran bersama2. Sebenernya suasananya sama dengan lebaran yang sudah-sudah. Saling kunjung mengunjungi saudara yang lain, salam-salaman, dan bercerita panjang lebar. Selebar-lebarnya. Main ke rumah tetangga-tetangga, nyicipin kue satu satu. hhaa

Hanya saja rasanya agak berbeda, badan saya yang sudah membesar dan usia yang makin dewasa sebenarnya bukan alasan untuk tetap membuntuti kedua orang tua saya bersama dua adik saya. Yapss, namanya lebaran ya tentu saling kunjung-mengunjungi. Hmmm...Seperti tradisi yang biasanya memang kami lakukan. Memang untuk hari pertama,kedua,ketiga kami biasanya fokus ke saudara2 dan tetangga2.

Tak semua keluarga tentu tak bisa kami kunjungi, beberapa saja yang memang lebih sepuh dari orang tua saya. Menjelang jam 12 kami pulang ke rumah dan membuka pintu untuk keluarga atau tetangga yang akan berkunjung. Jadi saya ada kesempatan untuk main2 ke rumah teman. Hmm, kebaisan orang tua saya memang selalu mengunjungi yang lebih sepuh atau beberapa keluarga yang aga jauh, gak jauh2 banget. Kesempatan lebaran ini memang harus dimanfaatkan sebaik mungkin untuk mempererat tali persaudaraan, kali aja kan cuma bisa ketemu setahun dua kali. Saya pun nantinya juga harus begitu, baik sebelum atau sesudah puny keluarga sendiri. Harus mengunjungi saudara2 yang lebih tua, banyak bener lagi kan, anak2 dari Bude dan Pakde saya, wuuhh...Hmmm...Pasti menyenangkan yahh :)

Gak melulu sih ngebuntutin orang tua, tapi ini sudah tradisi dan wajib untuk mengunjungi saudara bersama orang tua. Saya pun juga dibebaskan bermain kalau acara mengunjungi keluarga sudah selesai. Lalu dilanjut pagi hari berikutnya.

Segini besarnya makin ngikutin orang tua, hhaa... Beberapa teman seumuran saya sudah ramai yang menikah, lebih2 teman perempuan. Sudah minim kali jumlahnya, mereka tentu juga main2 ke rumah keluarganya. Ada juga yang masih ngebuntutin orang tuanya, tapi kan sudah beda. Sudah ada yang dampingin, hhaa..

Saya sih santai2 saja, tidak terlalu buru2 untuk segera punya pasangan. Nikmati dulu yang sekarang, masih harus mengejar mimpi dulu yah! sambil membahagiakan orang tua. Saya pun juga tidak terlalu panik melihat teman lain sudah mulai menikah, santai saja. Begitulah nikmatnya lebaran bareng keluarga, hmm...buntutin Bapak Ibu bareng adik2, hhaa...


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pentingnya Melahirkan Startup Militer di Indonesia

20rb Untuk Ganti Baterai Jam Tangan