National Interest
Nasional interest alias "kepentingan nasional" yang dimiliki tiap negara tentu berbeda-beda. Secara garis yang tidak terlalu besar, mereka selalu mengedepankan kepentingan perut. Ya, semua negara butuh makan rakyatnya. Semua berupaya memenuhi kebutuhan negaranya masing-masing. Tak terkecuali negara tercinta kita, Indonesia.
Selain kepentingan perut masih banyak lagi kepentingan nasional yang lain, sebut saja ekonomi, pendidikan, kesehatan, pertahanan keamanan, politik, dan lain-lain. Tentu saja ekonomi menjadi tujuan awalnya. Ada kunjungan kenegaraan kepala negara, saling kunjung mengunjungi antar negara dengan membawa misi masing-masing. Misi ekonomi adalah yang utama, baru diikuti misi2 lainnya.
Selain kepentingan perut masih banyak lagi kepentingan nasional yang lain, sebut saja ekonomi, pendidikan, kesehatan, pertahanan keamanan, politik, dan lain-lain. Tentu saja ekonomi menjadi tujuan awalnya. Ada kunjungan kenegaraan kepala negara, saling kunjung mengunjungi antar negara dengan membawa misi masing-masing. Misi ekonomi adalah yang utama, baru diikuti misi2 lainnya.
Tak ada negara yang mau hidupnya susah sampai gak bisa makan rakyatnya, sehingga satu negara akan saling membutuhkan negara lainnya. Misi-misi lainnya kemudian coba dijajaki, kalau klop dan selurus yaa dilanjutkan, tapi kalau nggak ya gak dilanjutin. Ada juga misi2 rahasia yang tidak bisa diungkapkan ke publik demi "national interest" masing2 negara.
Melindungi negara dengan segala isinya merupakan kewajiban para pemimpin negara dengan mendayagunakan segala kemampuan yang dimiliki negara tersebut. Bagaimana bila tak mampu? maka dibutuhkan kepercayaan. Ya kepercayaan antar negara, alias sekutu, alis sahabat.
Kembali lagi, bahwa tidak semua negara mampu memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri. Ada garam dan ikan asin yang harus dibeli dari negara lain. Pesawat, helikopter, tank, dan beragam teknologi tinggi lainnya. Tulisan ini saya buat karena beberapa berita dan artikel yang saya baca. Berita ketika Rusia dan Iran membantu Suriah mengatasi ketegangan di negaranya. Rusia dan Iran datang sebagai sahabat, mungkin bisa diartikan lebih. Sebab, urusannya bukan cuma ikan asin sama garam lagi. Tapi sudah urusan militer, dimana isu 'militer' menjadi sensitif antar negara. Pergerakan militer negara ke negara Y untuk membantu mengatasi serangan terosis yang bisa jadi buatan negara Z.
Z yang tidak mau kotor tangannya dengan lumuran darah mencoba menggunakan teroris buatannya, atau biasanya ia menggunakan teman2nya satu aliansi. Seperti si A,B,C, dan lainnyaaa. Yaa keroyokan deh, hhaa...
Persahabatan antar negara akan terbukti ketika mereka bersama2 menghadapi masalah, bukan cuma urusan perut saja mereka kompak, urusan susah juga mau. Tentu bukan mudah mengambil kebijakan seperti itu, banyak yang harus dipertimbangkan bukan! Adanya chemistry, kecocokan antar negara semenjak mereka menjalin hubungan kerjasama yang terus menerus. Hingga lahirlah kepercayaan dan persahabatan!
Lalu bagaimana dengan negara kita, OOhh..semua negara adalah sahabat!
Milion friends Zero emeny.
Komentar
Posting Komentar